GenAI DI INDONESIA: LITERATURE REVIEW PADA JURNAL BUDAYA DI INDONESIA
Kata Kunci:
jurnal review, Analisis Wacana Kritis, SINTAAbstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik tipe penelitian, subyek penelitian, dan jenis Generative AI
(GenAI) dalam studi-studi yang mengkaji hubungan antara GenAI dan budaya. Metode yang digunakan adalah
literature review dengan analisis bibliometrik terhadap 44 artikel ilmiah dari basis data SINTA yang
merupakan jurnal nasional terakreditasi. Hasil analisis mengungkap tiga temuan utama. Pertama, tipe
penelitian didominasi pendekatan kualitatif deskriptif sebesar 50,0%, disusul kuantitatif 23,8%, literature
review 9,5%, mixed methods 7,1%, dan lainnya 9,5%, yang mencerminkan bahwa riset GenAI-budaya masih
berada pada tahap eksplorasi makna dan persepsi. Kedua, subyek penelitian terkonsentrasi pada siswa dan
mahasiswa sebesar 35,7%, diikuti artefak dan output AI 19,0%, literatur dan dokumen normatif 14,3%,
pendidik serta komunitas profesional masing-masing 11,9%, dan objek budaya spesifik 7,1%, yang
menunjukkan dominasi lingkungan pendidikan formal sekaligus absennya komunitas adat dan kelompok
marginal sebagai subyek. Ketiga, ChatGPT menjadi alat GenAI paling dominan dalam klaster LLM dan
chatbot teks sebesar 21,4%, sementara AI suara dan musik hanya mencapai 4,8%, menandakan ketimpangan
antara kekayaan tradisi lisan dan minimnya riset berbasis teknologi suara. Dari 44 entri, 52,4% berlokasi di
Indonesia namun seluruhnya terpusat pada institusi pendidikan tanpa satu pun studi yang merancang
perbandingan lintas budaya lokal atau menguji model berbasis bahasa daerah. Penelitian menyimpulkan
adanya tiga gap struktural, yaitu dominasi metode tunggal, homogenitas subyek pada pelajar formal, dan
ketergantungan pada model GenAI berbasis bahasa Inggris, yang menunjukkan kebutuhan mendesak terhadap
desain penelitian integratif dan berkeadilan budaya.