EVALUASI KUANTITAS KEBUTUHAN PEMELIHARAAN BANTALAN DAN BALAS PADA KORIDOR STASIUN JAKARTA KOTA - STASIUN TANJUNG PRIUK DAOP 1 JAKARTA
Kata Kunci:
Perawatan, tonase yang lewat, kategori jalan rel, kapasitas angkut, skala likert, faktor-faktor yang bisa mempengaruhi.Abstrak
Penelitian ini membahas tentang penilaian jumlah perawatan bantalan dan balas di jalur antara Stasiun Jakarta Kota
dan Stasiun Tanjung Priuk yang berada di wilayah Daerah Operasi 1 Jakarta. Dalam penelitian ini, dilakukan
penilaian jumlah kebutuhan perawatan bantalan dan balas berdasarkan hasil perhitungan dari analisis tonase yang
lewat dan klasifikasi kelas jalur kereta api. Analisis tonase yang bisa diangkut atau daya angkut per tahun ditentukan
dengan melihat data stamformasi dan seberapa sering sampel koridor yang diteliti digunakan. Kelas jalan koridor
bisa ditentukan menggunakan tabel klasifikasi jalan rel yang ada di Peraturan Menteri Nomor 60 Tahun 2012.
Selanjutnya, dalam penelitian ini dilakukan analisis terhadap faktor-faktor yang dapat mempengaruhi jumlah
kebutuhan pemeliharaan bantalan dan balas di koridor. Hasil analisis menunjukkan bahwa koridor adalah jalur
dengan jenis jalan rel kelas III yang memiliki kapasitas angkut sebesar 9. Dalam hasil penelitian, ditemukan 10
faktor yang bisa mempengaruhi jumlah kebutuhan pemeliharaan bantalan dan balas, lengkap dengan urutan
peringkat berdasarkan nilai hasil Uji RII (Relative Important Index) dari kuesioner yang digunakan dalam penelitian.