PENERAPAN ARSITEKTUR BERKELANJUTAN PADA BANGUNAN HERITAGE
Kata Kunci:
arsitektur berkelanjutan; bangunan heritage, adaptive reuse, konservasi, pelestarian budaya.Abstrak
Bangunan heritage adalah aset budaya yang mengandung nilai historis, arsitektural, dan sosial yang perlu
dilestarikan. Di tengah tuntutan pembangunan berkelanjutan, pendekatan arsitektur berkelanjutan melalui
konservasi, revitalisasi, dan adaptive reuse menawarkan strategi untuk mempertahankan nilai pusaka sekaligus
memenuhi kebutuhan masa kini. Penelitian ini mengkaji penerapan prinsip arsitektur berkelanjutan pada
bangunan heritage serta manfaatnya terhadap aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Metode ya ng digunakan
adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif, menelaah teori, pedoman pelestarian, dan studi
kasus penerapan di berbagai konteks. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan prinsip efisiensi energi
pasif-aktif, penguatan struktur ramah lingkungan, pemilihan material berkelanjutan, dan perancangan sensitif
konteks dapat memperpanjang umur layanan bangunan dan mengurangi limbah konstruksi melalui
pemanfaatan kembali komponen yang ada. Secara sosial, strategi ini menjaga kontinuitas identitas dan memori
kolektif, meningkatkan keterikatan komunitas, serta memperluas akses terhadap ruang publik bermakna.
Secara ekonomi, adaptive reuse memicu vitalisasi kawasan, menarik investasi dan pariwisata, serta
mengoptimalkan biaya siklus hidup dibandingkan pembangunan baru. Temuan menegaskan bahwa integrasi
konservasi dengan prinsip keberlanjutan menghadirkan win–win: melestarikan nilai budaya seraya
memperkuat ketahanan ekonomi kawasan. Rekomendasi meliputi penyusunan panduan teknis kontekstual,
insentif kebijakan, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk memastikan implementasi yang
konsisten dan terukur.