ANALISIS PENGARUH OFFLINE WASHING KOMPRESOR DAN TURBIN TERHADAP KINERJA TURBIN GAS GT 2.3 Di PT X TANJUNG PRIOK
Abstrak
Di Indonesia kebutuhan daya listrik meningkat setiap tahunnya, hal ini diakibatkan kebijakan pemerintah
dalam penyediaan daya listrik yang ingin menjangkau seluruh daerah. Dalam merespon perubahan kebutuhan
listrik, maka terjadi perubahan pada jumlah suplai bahan bakar, jumlah suplai udara pembakaran, serta kinerja
dan efisiensi dari pembangkit. Pengaruh dari kegiatan overhaul menyebabkan but terjadinya perbedaan
performa atau kinerja pada tiap unit turbin meskipun beroperasi dengan beban yang sama. Kinerja yang
berbeda pada setiap unit turbin dapat berdampak pada perbandingan biaya produksi dan efisiensi dari
pembangkit itu sendiri. Pembangkit listrik tenaga gas uap menjadi pilihan utama dalam power industri karena
memiliki efisiensi thermal cukup tinggi hingga 55% dan cepat dalam proses penyalaan awal. Permasalahan
yang sering terjadi pada gas turbin berasal dari kompresor. Debu yang masuk dalam kompresor akan menjadi
kerak akibat rambatan panas dari combustor. Untuk memperbaiki keadaan kompresor dibutuhkan pengecekan
keseluruhan (inspeksi) dengan mematikan gas turbin dalam jangka waktu yang cukup panjang. Selain inspeksi,
bisa dilakukan penanganan secara offline washing. Prosedur offline washing yakni menggunakan air yang
dicampur dengan bahan kimia disemprotkan melalui nozzle ke turbin yang berputar di 20-30% dari putaran
operasi normal. Offline washing mampu mengembalikan performa mesin yang hilang akibat kotoran dan
kerak. Selain mampu memperbaiki performa, offline washing mampu mengurangi konsumsi bahan bakar
dalam durasi cukup panjang. Untuk mengetahui lebih jauh dampak offline washing dilakukan pengamatan
pada beban minimum dari Gas Turbin 2.3 di PT X Tanjung Priok.
Kata kunci : Offline Washing, Gas Turbin, Efisiensi, kinerja, Overhoul