EVALUASI BIAYA DAN WAKTU PROYEK OPTIMALISASI SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (SPAM) KOTA BLITAR DENGAN METODE CRITICAL PATH METHOD (CPM)

Penulis

  • Udien Yulianto

Abstrak

Keberhasilan atau kegagalan dari suatu proyek sering kali disebabkan kurang terencananya kegiatan proyek serta pengendalian yang kurang efektif dan tidak efisien, hal ini mengakibatkan keterlambatan, menurunnya kualitas pekerjaan. dan membengkaknya biaya pelaksanaan. Proyek Optimalisasi SPAM Kota Blitar merupakan suatu contoh proyek yang mengalami keterlambatan penyelesaian selama 28 hari. Penulis mencoba mengevaluasi pelaksanaan proyek tersebut dengan melakukan analisis percepatan menggunakan metode penambahan jam kerja (lembur) dan menggunakan metode penambahan tenaga kerja, nantinya analisis tersebut akan berpengaruh pada waktu (durasi) dan biaya proyek. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu Analisis Korelasi dengan membandingkan 2 metode percepatan sehingga didapatkan Biaya dan Waktu paling optimum untuk menyelesaikan proyek. Sebelum melakukan analisis, terlebih dahulu membuat Predence Diagram Method (PDM) dari kegiatan-kegiatan proyek menggunakan software MS. Project untuk mengetahui Critical Path Method (CPM) atau pekerjaan yang melalui lintasan (jalur) kritis, kemudian kegiatan pada jalur kritis akan dilakukan analisa percepatan. Hasil analisis menyebutkan bahwa dengan durasi normal proyek 315 hari membutuhkan biaya sebesar Rp.113.685.411,86; dengan percepatan penambahan jam kerja (lembur) durasi proyek dapat dipercepat 35 hari dan membutuhkan biaya sebesar Rp.183.352.612,50; dengan percepatan penambahan 20% tenaga kerja durasi proyek dapat dipercepat 45 hari dan membutuhkan biaya sebesar Rp128.365.518,23. Disarankan untuk para penyedia jasa agar lebih memilih percepatan dengan penambahan tenaga kerja dibanding percepatan dengan penambahan jam kerja (lembur) dikarenakan produktivitas yang menurun dan terdapat biaya tambahan lain jika melakukan penambahan jam kerja (lembur). 

Unduhan

Diterbitkan

2023-07-01