ANALISA KEBERHASILAN PENERAPAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM) PADA MESIN STERILISASI AIR UNTUK BAHAN BAKU OBAT INJEKSI DI PT. X DENGAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFECTIVENESS (OEE)

Penulis

  • Hariyanto Institut Teknologi Budi Utomo

Kata Kunci:

TPM, OEE, performance, losses, failure

Abstrak

Dalam dunia medis Sterilisasi Air untuk bahan baku obat injeksisangat penting sekali. Untuk mendukung
kebutuhan bahan baku obat injeksi maka proses sterillisasi air pada Mesin Sterilisasi Air dilakukan secara
terus-menerus selama 24 jam. Namun karena kurangnya perhatian operator terhadap kondisi mesin serta
kurangnya perawatan rutin yang dilakukan terhadap Mesin Sterilisasi Air menjadi penyebab mesin sering
mengalami kerusakan. Kerusakan yang paling sering terjadi adalah pada sistem filter air, pembacaan suhu
pada mesin tidak sesuai, dan lain sebagainya. Pada Mesin Sterilisasi Air untuk bahan baku obat injeksi terdapat
beberapa bagian utama antara lain pompa, sistem filterisasi, pH meter, dan pemanas. Total productivite
maintenance berfokus menjaga semua peralatan dalam kondisi puncak agar terhindar dari kerusakan dan
terhentinya proses produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan TPM
di PT. X khususnya pada mesin sterilisasi air untuk bahan baku obat injeksi. Metode yang digunakan adalah
OEE atau Overall Equipment Effectiveness. Dari olah data penelitian, diperoleh nilai rata-rata Overall
Equipment Efectiveness sebesar 52.94 %. Hasil ini masih jauh dari standart world class yaitu 85%. Diketahui
rata-rata dari hasil analisa availability 98.85 %, Performance Rate 55.78 %, Quality Rate 98.49 %. Yang
menyebabkan rendahnya nilai OEE adalah rata-rata performance rate yang rendah. Setelah dilakukan analisa
six big losses didapatkan data bahwa penyebab rendahnya performance rate yang paling dominan adalah
karena reduce speed losses yang mencapai nilai 54.57 % dan faktor equipment failure losses yang mencapai
1.044 %.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-02